Asyiknya Liburan di Semarang Banyak Destinasi Gratisan!

Hal yg paling menguntungkan ketika traveling ke Semarang yaitu traveler diberi banyak pilihan loka wisata perdeo. Meski berlabel perdeo, tetapi loka-loka ini nir nanggung pada memberikan kepuasan lahir dan batin pada pengunjung. Kota yg sang Belanda dijuluki sebagai Venetiƫ van Java ini pertanda diri pada traveler bahwa berwisata itu nir selalu menghabiskan uang poly.

Baik di kabupaten juga kotanya, Semarang menyimpan poly sekali destinasi wisata yang menarik buat dikunjungi. Dari sekian daftar loka wisata keren di Kota Lumpia ini, terselip nama-nama obyek wisata. Di mana buat mengunjunginya traveler nir perlu membayar tiket masuk alias gratis. Buat kamu yg punya rencana backpacker-an ke Semarang pada ketika dekat, berikut Travelingyuk rangkumkan tempat-loka perdeo pada Kota Atlas ini.

1. Tugu Muda

Salah satu loka wisata paling terkenal pada Semarang adalah Lawang Sewu. Untuk masuk ke dalam bangunan era kolonial ini, traveler harus membayar tiket masuk. Ada cara lain buat menikmatinya tanpa harus membayar yaitu dari luar pagar atau menontonnya berdasarkan Tugu Muda. Memotret Lawang Sewu dari Tugu Muda membentuk gambar yg lumayan kece, apalagi mengambilnya pada malam hari ketika langit cerah menggunakan rembulan yg bersinar terperinci.

Tugu Muda, foto @ardhaniaji
Tugu Muda, foto @ardhaniaji

Yap, Tugu Muda merupakan destinasi wisata gratisan di Semarang. Letaknya berada persis di depan obyek wisata Lawang Sewu yang sudah begitu populer. Sama halnya dengan Tugu Jogja, Tugu Muda ini jua menjadi landmark kota yang sangat ramai dikunjungi traveler buat foto-foto, khususnya dalam senja sampai malam hari. Malam merupakan waktu terbaik buat menikmati tugu ini, pasalnya udara jadi lebih dingin & traveler mampu puas foto-foto atau sekedar menikmati arsitektur tugu yg mempunyai air mancur anggun dan kerlap-kerlip lampu tanpa kepanasan.

dua. Kelenteng Tay Kak Sie

Kelenteng Sam Poo Kong adalah daerah wisata terkenal pada Semarang, disamping manfaatnya sebagai tempat ibadah masyarakat Tionghoa. Kelenteng ini harus masuk pada daftar kunjungan bagi traveler yang plesiran pada kota Lumpia. Tetapi lantaran kita sedang menyampaikan mengenai destinasi perdeo, maka tempat tadi nir masuk pada pada daftar. Sebagai gantinya, buat traveler yang pengen punya foto dengan latar belakang kelenteng namun dihasilkan secara gratis, sanggup berkunjung ke Jalan Gang Lombok, tempat Pecinan, Semarang.

instagram

Di dalam kawasan Pecinan tersebut traveler akan menemukan Kelenteng Tay Kak Sie. Kelenteng ini sudah berusia sangat tua, umurnya lebih kurang 200 tahun. Keberadaannya yg sarat akan nilai sejarah, menjadikannya salah satu tujuan wisata religi atau sekedar berfoto menggunakan suasana misalnya pada negeri Tirai Bambu sungguhan. Traveler yg tiba juga sanggup sekalian wisata kuliner, pada dekat kelenteng ini poly penjual makanan spesial Semarang misalnya lumpia panggang, bakmi dan es butir.

tiga. Kota Lama

Ada satu daerah di Semarang yg seperti kota-kota di Eropa. Adalah Kota Lama, sebuah daerah yang dipenuhi bangunan antik peninggalan Belanda dan dikenal menjadi Little Netherland ini, sanggup dinikmati traveler secara cuma-cuma selama 24 jam non-stop. Kamu yg traveling ke Semarang harus hukumnya menjejakkan kaki di Kota Lama sebelum berkeliling ke loka-loka yang lain.

Kota Lama, foto @ardhaniaji
Kota Lama, foto @ardhaniaji

Bangunan-bangunan yang wajib jadi latar belakang foto ketika pada Kota Lama diantaranya Gereja Blenduk, Kantor Pos, Gedung Marabunta & Stasiun Tawang. Saat siang udara di tempat kota ini begitu panas, buat itu ada pilihan bersantai yg nyaman di sebelah Gereja Blenduk yaitu Taman Srigunting. Kalau malam mau nongkrong tertentu sembari menikmati pemandangan kota ini, kamu bisa tiba ke kafe Spiegel yg berada nir jauh menurut gereja.

4. Pelabuhan Tanjung Mas

Semarang yg secara geografis berada di ujung utara pulau Jawa ini telah tentu memiliki pantai dan pelabuhan. Sejak zaman dahulu, kota ini menjadi sentra labuh kapal-kapal krusial hingga Laksamana Cheng Hoo saja sempat singgah dan berlabuh pada Semarang dalam pelayarannya pada bumi Nusantara. Tak heran jika kemudian kota ini pula memiliki julukan lain menjadi Kota Pelabuhan.

instagram

Satu pelabuhan yg cukup terkenal di Semarang yaitu Pelabuhan Tanjung Mas. Nama pelabuhan ini kemungkinan besar tidak asing di indera pendengaran traveler Jawa, pasalnya pernah digunakan menjadi judul lagu oleh Didi Kempot yaitu “Tanjung Mas Ninggal Janji.” Pelabuhan ini berada tidak jauh dari sentra kota, hanya butuh setengah jam saja buat ke sana dengan perkiraan start menurut Tugu Muda. Di pelabuhan ini traveler mampu menikmati suasana pantai secara perdeo lengkap dengan pemandangan kapal-kapal besar . Atau melakukan aktivitas olahraga semisal jogging atau bersepeda.

lima. Simpang Lima

Simpang Lima merupakan loka wajib berikutnya yang harus dikunjungi pada Semarang. Kawasan ini berada pada ujung Jalan Pahlawan dan telah sebagai ikon kota tadi sekaligus berfungsi menjadi alun-alun. Tempat ini nir pernah sepi berdasarkan pengunjung, baik warga Semarang sendiri atau traveler menurut daerah lain. Datanglah ke Simpang Lima dalam hari Minggu buat menerima kemeriahan yang lebih maksimal .

Simpang Lima, foto @ardhaniaji
Simpang Lima, foto @ardhaniaji

Setiap Minggu pagi, daerah Simpang Lima merupakan pusat penyelenggaraan car free day. Berbagai aktivitas dilakukan dalam hari itu, sedang para pedagang banyak yg menggelar dagangannya di sekeliling lapangan. Di momen itu jua engkau akan menemukan jalan-jalan primer di Semarang steril dari kendaraan. Umumnya mereka yg ikutan dalam acara car free day pada Simpang Lima nir akan melewatkan momen untuk berfoto pada depan Hotel Ciputra yang megah dan berada pada seberang Simpang Lima.

6. Jalan Pahlawan

Selain di Tugu Muda, loka terkenal buat nongkrong anak muda Semarang pada malam hari adalah di Jalan Pahlawan. Cobalah buat lewat di sepanjang jalan ini dalam malam menjelang akhir pekan, pinggir-pinggir jalan akan dipenuhi belia-mudi yang sedang asyik bercengkerama dengan kelompoknya. Apalagi trotoar di sepanjang jalan ini telah direnovasi menjadi lebih lebar.

instagram

Seperti kata pepatah, ada gula terdapat semut, pada mana terdapat keramaian niscaya ada pedagang yg menjual aneka kuliner dan camilan di sekitarnya. Untuk menemani aktivitas nongkrong, poly pedagang yg menjual aneka kuliner misalnya wedang ronde, jagung cantik, dan aneka makanan & minuman lain. Kebanyakan mereka yang menghabiskan malam pada Jalan Pahlawan merupakan sekumpulan anak belia yg tergabung dalam komunitas eksklusif misalnya mobil, motor dan skate board.

7. Banjir Kanal Barat

Sebuah kanal dibangun pada Semarang yang bertujuan buat mencegah terjadinya banjir. Kanal yang kemudian diberi nama Banjir Kanal Barat ini tidak sekedar berfungsi menjadi pencegah banjir, tapi pula dipercantik sedemikian rupa sampai sebagai tempat nongkrong gratisan yg asyik. Muda-mudi ini akan berduyun-duyun mendatangi loka ini dalam malam hari.

instagram

Lantaran keindahannya, poly dari mereka yg betah buat berlama-usang main pada pinggir kanal ini. Kerlap-kerlip lampu di jembatan menjadi daya tarik primer yang memeriahkan suasana malam di Banjir Kanal Barat. Lokasi loka ini berada nir jauh dari Simpang Lima, traveler hanya butuh berkendara selama 10 menit saja buat menuju ke Banjir Kanal Barat.

8. Taman Tabanas

Ingin mengunjungi bukit bintangnya Semarang? Pilihannya jatuh pada Taman Tabanas yang terletak pada daerah Gombel yang nir jauh dari Tembalang. Tempat ini berada pada ketinggian, sehingga traveler bisa melihat estetika city light pada malam hari.

instagram

Taman Tabanas memang akan sangat ramai dikunjungi mulai sore hingga malam. Dengan pertimbangan ketika itu udara telah mulai sejuk & lampu kota mulai menyala menampakkan kerlap-kerlipnya bagaikan bintang. Di kurang lebih taman pula poly kios makanan yang mengklaim kebutuhan perut para pengunjung.

Wah, ternyata poly juga ya loka perdeo pada Semarang yang keren-keren. Kamu mungkin masih punya rekomendasi tempat gratisan lain pada Semarang? Yuk share pada kolom komentar.

Related Posts

Subscribe Our Newsletter