Cihui Ternyata Banyuwangi Punya Tradisi Mencari Jodoh Ikutan Yuk!

Satu demi satu tradisi & budaya Banyuwangi mulai terekspos seiring makin mencuatnya pariwisata di kabupaten tersebut. Selain punya tarian Seblang yg misterius ternyata Banyuwangi pula punya tradisi mencari jodoh yang unik bernama tradisi Gredoan. Seperti apa uniknya tradisi ini, kita intip yuk!

Berbeda dengan China atau Vietnam yg mempunyai pasar jodoh yang digunakan muda mudi menemukan jodoh mereka. Di Banyuwangi seseorang pria lajang yg naksir perempuan idaman wajib datang langsung ke tempat tinggal si perempuan buat melakukan aksi goda-menarik hati.Tradisi ini bernama Gredoan yg memiliki arti “menggoda.”

balipost.Com

Ini adalah tradisi berdasarkan warga Using yg terdapat di Desa Macan Putih buat merayakan hari Maulid Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu tradisi ini hanya dilakukan setahun sekali dalam malam hari ketika peringatan hari lahirnya Nabi Muhammad tadi. Di Desa Macan Putih selalu mengadakan selamatan di masjid dalam pagi hari saat peringatan Maulid Nabi, nah malam harinya para gadis umumnya membantu orang tuanya mengolah pada dapur ketika itulah berlangsung tradisi Gredoan.

Laki-laki yang punya incaran gadis akan tiba tuh ke tempat tinggal si gadis. Ia akan memasukkan lidi lewat celah dinding tempat tinggal yang masih terbuat dari bambu. Si gadis akan mematahkan lidi apabila dia bersedia untuk berkenalan dengan si laki-laki . Kemudian mulailah si pria berkenalan sambil merayu si gadis tetapi obrolan mereka dibatasi dinding bambu pada mana si gadis berada di pada tempat tinggal & si laki-laki di luar.

Kompas

Tetapi sekarang anggaran main tradisi Gredoan ini sedikit berbeda. Ketika lidi sudah dipatahkan ke 2 sejoli ini nir lagi berkenalan & ngobrol seperti dulu mereka akan diundang masuk & ngobrol di ruang tamu tentu dengan didampingi sang orang tua si gadis.

Tradisi Gredoan pada Desa Macan Putih berlangsung sangat meriah setiap tahun. Selain suguhan utama menurut mencari jodoh itu tadi terdapat banyak sekali atraksi kesenian wilayah & pawai keliling selama berlangsungnya tradisi Gredoan. Wisatawan yg bergabung mampu menikmati sajian tari tongkat api, musik wilayah & karnaval boneka yang dibuat sendiri sang masyarakat Desa Macan Putih.

Nah, buat yang masih jomblo tidak terdapat salahnya waktu peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW berkunjung ke Desa Macan Putih, Kecamatan Kabat, Banyuwangi untuk ikut tradisi ini. Siapa memahami jodoh kalian ada di sana.

Related Posts

Subscribe Our Newsletter