7 Cara Mengekspresikan Salam dan Penghormatan dari Berbagai Negara

Bagi Anda yg berada di Indonesia, salam perkenalan atau ketika berjumpa dengan seseorang hanyalah dengan berjabat tangan atau saling menempelkan pipi antara satu menggunakan lainnya, tetapi hal tadi tentunya tidak dapat disamaratakan atau dilakukan pada negara lain.

Memang poly negara-negara di dunia yang mempunyai cara sama waktu berkenalan atau berjumpa dengan orang yang pernah dikenalnya tetapi tidak pernah bertemu pada jangka saat lama , tetapi terdapat beberapa negara yg mempunyai kekhasan tersendiri & hanya berlaku di loka tersebut saja. Bahkan beberapa cara ta’aruf atau salam perjumpaan menurut negara-negara tersebut dapat dikatakan cukup aneh atau tidak lazim.

Berikut ini merupakan cara ta’aruf atau salam perjumpaan berdasarkan beberapa negara yang harus diketahui sebelum Anda memutuskan buat pergi melancong ke wilayah tadi.

1. Tibet

Tibet [image source]
Tibet [image source]
Di tibet, ketika seorang baru pertama kali atau lama tidak bertemu, maka cara buat mengekspresikannya merupakan menggunakan mengeluarkan lidah. Cara ini memang terkesan tidak sopan, namun sebagai satu hal yg telah lazim dipakai pada Tibet. Bahkan cara tadi telah dilakukan sejak abad ke-9 silam.

2. Greenland

Terlihat sedikit aneh, tetapi cara ta’aruf atau perjumpaan yg disebut menggunakan nama Kunik pada Greenland ini merupakan lazim dilakukan pada loka tadi. Cara itu adalah menggunakan menempelkan ujung hidung & menggeserkannya ke kiri & ke kanan menggunakan perlahan.

Greenland [image source]
Greenland [image source]
Selain menempelkan ujung hidung, ujung bibir permukaan juga disarankan buat bisa bertemu dengan bibir permukaan orang yang ditemuinya. Menurut budayanya, dengan cara ini & hembusan napas adalah bentuk menurut penghormatan yang dilakukan.

3. Filipina

Filipina [image source]
Filipina [image source]
Memang cara ini bukan buat dilakukan ketika bertemu atau berkenalan dengan orang baru, melainkan sebagai salam perjumpaan saja dan didasarkan dalam umur. Ketika seseorang belia bertemu menggunakan orang yg lebih tua umurnya atau memiliki jabatan yang lebih tinggi, maka mereka akan mengamit tangan kanan orang tersebut & menempelkan ruas-ruas jarinya ke dahi, seraya berkata “Mano” (tangan) dan “Po” (salam).

4. India

India [image source]
India [image source]
Orang-orang pada India memang sudah mengenal jabat tangan jika ingin mengucapkan salam ta’aruf atau perjumpaan pulang menggunakan orang asing. Tetapi saat Anda ingin menghormati budaya lokal, maka Anda bisa mengatupkan ke 2 tangan dalam posisi seperti berdoa dan sedikit menundukkan ketua, seraya mengucapkan “Namaste” atau yang berarti “Salam.” Akan namun terdapat kalanya waktu orang lokal ingin menghormati orang lainnya yang mempunyai umur atau jabatan lebih tinggi, akan menyentuh kaki mereka menjadi bentuk penghormatan atau biasa dikenal dengan nama “Pranama”.

5. Thailand

Thailand [image source]
Thailand [image source]
Ketika berada di Thailand buat menghormati orang lokal atau menjunjung tinggi istiadat pada sana. Maka Anda dapat menaruh salam dengan cara mengatupkan kedua tangan seperti orang sedang berdoa dan menempelkan dahi Anda ke ujung jari atau diklaim menggunakan “Wai.” Semakin tinggi posisi tangan, maka sama halnya meningkat rasa hormat yg diberikan.

6. New Zealand

New Zealand [image source]
New Zealand [image source]
Di New Zealand atau Selandia Baru, cara mengucapkan salam hampir mirip menggunakan yg dilakukan orang-orang lokal Greenland. Yaitu dengan menempelkan ujung hidung dan jua dahi ke orang yg ditemui atau disebut menggunakan istilah “Hongi”. Yang dari bangsa kuno Maori, “Hongi” mempunyai artian “Napas kehidupan.”

7. Jepang

Walaupun menjadi negara maju & sangat hi-tech, tetapi masyarakat pada Negara Matahari Terbit ini masih benar-sahih menjunjung tinggi budaya mereka. Salah satunya adalah masih menggunakan cara buat mengucapkan salam kepada orang asing atau orang lain yg lama nir bertemu.

Jepang [image source]
Jepang [image source]
Caranya adalah dengan sedikit membungkukkan badan menggunakan mengucapkan beberapa kalimat, seperti “Hajimemashite” atau “Doumo” untuk perkenalan atau pula “Ohayou Gozaimasu,” “Konichiwa” atau “Konbanwa” sebagai salam dengan mengikutkan saat bertemu. Salam yang disebut menggunakan “Ojigi” ini jua digunakan menjadi cara mengekspresikan rasa terima kasih, minta maaf, mohon bimbingan dan penghormatan pada orang yg lebih tua.

Related Posts

Subscribe Our Newsletter