9 Batu Unik yang Berselimut Legenda Rakyat di Indonesia

Tidak hanya waktu ini saja, fenomena psikologis insan yg biasa dianggap menggunakan pareidolia atau menganggap atau memiripkan suatu obyek yg aslinya nir memiliki bentuk apapun menjadi sebuah obyek lain yg berbentuk. Sampai sekarang ini, poly sekali kasus-masalah pareidolia mulai dari yg berkategori sepele hingga yg sebagai perbincangan banyak orang di global. Salah satunya adalah sebuah gunung atau gundukan tinggi di planet Mars yg dari banyak orang seperti misalnya paras raksasa waktu dipotret dari atas.

Baca Juga :Alamak Pantai Cantik pada Lamongan Ini Namanya Kutang!

Bahkan nir hanya pada bidang sains saja, pareidolia ini pula masuk pada ranah wisata & membuat loka yang dulunya tidak populer atau tidak banyak dikunjungi tadi ramai dan sebagai spot yang wajib dikunjungi sang turis atau traveler.

Berikut ini adalah batu-batu yang mirip menggunakan obyek lain pada Indonesia yg terkenal & harus Anda kunjungi.

1. Tapak kaki Tapak Tuan

Suatu cerukan yang terbentuk alami yg dinamakan Tapak Tuan ini adalah obyek wisata di Aceh Selatan. Menurut warung-warung di sekitar tempat tersebut, batu yang menyerupai tapak kaki tersebut dikunjungi oleh ratusan orang setiap harinya. Para pengunjung yg tiba ke loka tersebut homogen-rata penasaran akan bentuk dari tapak kaki raksasa sesudah mengetahui atau mendengar cerita atau legendanya itu. Menurut cerita penduduk pada sekitar loka tadi, tapak kaki raksasa itu merupakan jejak kaki seorang pertapa sakti bertubuh super besar yang seringkali bersemedi pada sebuah gunung yang sekarang dinamakan Gunung Tuan.

Tapak kaki Tapak Tuan [image source]
Tapak kaki Tapak Tuan [image source]
Ketika sedang bersemedi, ada sebuah pertempuran antara sepasang naga & insan memperebutkan seseorang putri. Lantaran merasa terusik, maka oleh pertapa bermaksud melerai, namun justru hal itu menciptakan marah para naga. Dan pertempuran antara oleh pertapa sakti & dua naga itu tidak terelakkan. Akhir cerita, pertempuran tersebut dimenangkan oleh sang pertapa & jejak kaki itulah dinamakan Tapak Tuan. Serta manusia-manusia yang sebelumnya bertempur menggunakan naga menjadi nenek moyang masyarakat pada wilayah itu.

Tidak hanya jejak kaki itu saja, di tempat tersebut terdapat pula karang yg menyerupai kopiah yg konon merupakan milik sang petapa berada lebih kurang 50 meter berdasarkan jejak kaki itu, karang berbentuk hati yg diyakini adalah potongan tubuh berdasarkan oleh naga jantan di Desa Batu Hitam, karang berbentuk layar kapal pada Pantai Batu Berlayar, Desa Damar Tutong, Kecamatan Samadua yg diperkirakan adalah residu layar kapal orang-orang yang bertempur melawan naga hingga dengan makam raksasa menggunakan lebar 2 meter dan memiliki panjang 15 meter di masjid Tuo, kelurahan Padang yang dianggap menjadi peristirahatan terakhir atau loka menghilangnya oleh pertapa. Selain tapak kaki raksasa itu, Anda jua bisa menikmati pemandangan alam pantainya yg sangat bersih dan eksotis yg terpadu paripurna menggunakan perbukitan hijau dan pepohonan khas pantai di lokasi tersebut.

2. Batu Alien

Terletak pada Dusun Jambu Bronggang, Kecamatan Cangkringan, sebuah batu yg dikenal menggunakan nama Batu Alien menjadi satu spot wisata yg tak jarang dikunjungi, baik sang penduduk sekitar atau wisatawan berdasarkan luar. Penduduk lokal wilayah tadi berkata bahwa batu itu tidak memiliki wajah yang mirip alien, hanya saja para wisatawan luar saja yg menyebutnya seperti itu. Secara sekilas, batu besar itu terlihat misalnya sebuah wajah yang sedang bersedih atau menangis menggunakan kedua bola mata melengkung ke bawah.

Batu Alien [image source]
Batu Alien [image source]
Batu Alien ini timbul setelah Merapi erupsi beberapa tahun kemudian pada sebuah loka yg dulunya adalah pemukiman penduduk yg kini telah hancur tertutup jutaan meter kubik material gunung. Tentunya buat melihat Batu Alien ini, tidak terdapat jalan lain selain memakai trail atau jeep yg bisa disewa dari penduduk lebih kurang. Selain melihat Batu Alien, Anda jua bisa menikmati pemandangan Merapi dan sejuknya udara pada lebih kurang tempat tadi.

3. Batu Menangis

Selain Batu Alien, terdapat pula sebuah batu akbar yang dianggap menggunakan nama Batu Menangis. Batu yg apabila dilihat berdasarkan satu sisi berdasarkan jarak jauh maka akan seperti dengan ketua bayi ini juga tak luput menurut cerita-cerita berbau mistis. Menurut rumor yg tersebar, pada malam-malam eksklusif ada suara tangisan dari berdasarkan batu tersebut dan terdapat juga laporan bahwa seorang pernah melihat batu itu mengeluarkan air mata menurut bagian matanya.

Batu Menangis [image source]
Batu Menangis [image source]
Lokasi terdapatnya Batu Menangis ini berada pada dekat kawasan obyek wisata Cipanas Tarogong, Garut atau berada di kaki Gunung Guntur. Menurut badan meteorologi, selain Batu Menangis tadi, terdapat poly batu-batu lain yg berukuran akbar berserakan pada sekitarnya dan adalah hasil menurut letusan Gunung Guntur sekitar tahun 1800-an.

4. Batu Malin Kundang

Tentunya banyak orang yang mengetahui cerita warga berjudul Malin Kundang, bukan? Legenda masyarakat tadi menceritakan kisah seorang anak yg durhaka pada bunda kandungnya sendiri & dikarenakan kemarahannya itu, sang bunda mengutuk Malin Kundang menjadi batu. Sebelum sebagai batu, Malin Kundang sempat meminta ampun & bersujud agar sang bunda menarik ucapannya, tetapi apa dikata, kutukannya sahih-sahih terjadi.

Batu Malin Kundang [image source]
Batu Malin Kundang [image source]
Di loka terdapatnya batu yg menyerupai seorang sedang bersujud tersebut, ada jua berbagai bentuk batu yang menyerupai benda-benda lain, seperti kotak, drum barrel hingga tambang kapal. Obyek wisata batu Malin Kundang yang berada di pesisir Pantai Air Manis, Kota Padang, Sumatera Barat ini sampai sekarang terus sebagai destinasi wisata populer yg tidak hanya dikunjungi sang wisatawan lokal saja, melainkan juga dari manca negara. Bahkan pernah terdapat penelitian yg dilakukan sang pakar geologi luar negeri untuk menerangkan legenda tadi.

5. Batu Kelamin Lelaki

Di Pantai Kundur, Desa Kundur, Kecamatan Kundur Barat, selain mempunyai keindahan alam pantai yg sangat memukau, terdapat pula sebuah batu akbar yg apabila ditinjau berdasarkan sisi eksklusif akan terlihat misalnya sebuah alat kelamin pria. Menurut cerita yg sudah turun temurun dipercaya oleh warga sekitar, Batu Kelamin Lelaki ini berasal dari sumpahan para leluhur desa terhadap seorang yg getol melakukan perbuatan asusila pada tempat tersebut. Tidak jauh berdasarkan tempat tadi, masih ada juga batu yang mirip dengan kemaluan perempuan , tetapi bentuknya telah tidak utuh lagi lantaran ulah manusia & faktor alam.

Batu Kelamin Lelaki [image source]
Batu Kelamin Lelaki [image source]
Dikarenakan mitos itu, maka warga kurang lebih benar-benar mematuhi embargo buat nir berbuat asusila pada loka tersebut, atau bahkan hanya sekadar berbicara kotor. Jika dilanggar, maka akan ada peristiwa aneh yang menimpa orang yg bersangkutan. Sayangnya, walaupun bisa dikatakan unik dan menarik, obyek wisata Batu Kelamin Lelaki beserta keindahan alam pantainya ini belum terekspos secara luas, sehingga jarang terdapat wisatawan yang berkunjung ke tempat tersebut.

Untuk mengunjungi Batu Kelamin Lelaki ini, Anda bisa memulainya dari Pelabuhan Selat Beliah dan melalui jalan cara lain pada Teluk Dalam yang berjarak sekitar 4 kilometer saja. Selain itu, sudah masih ada angkutan generik atau ojek yg dapat membawa Anda ke loka tadi menggunakan jarak tempuh sekitar 45 mnt hingga 1 jam. Selain batu unik itu, pemandangan alam pada Pantai Kundur jua tidak kalah eksotis. Anda pula bisa melihat poly nelayan yg melabuhkan kapal-kapal mereka sehabis melaut di sepanjang pantai.

6. Batu Kemaluan Sumber Palak-palak

Tidak hanya di Pantai Kundur saja, di tempat hutan lindung yang terletak di Kecamatan Kangayan, Sumenep, Madura, terdapat juga batu yang menyerupai kemaluan pria dan wanita. Uniknya, menurut batu yg mirip kemaluan tadi, mengeluarkan air yg berdasarkan dulu sudah dipakai menjadi asal irigasi sawah & kebutuhan sehari-hari masyarakat kurang lebih.

Banyak orang mempercayai bahwa jika terdapat pasangan suami-istri yang tidak lekas mendapatkan momongan, maka disarankan buat mandi atau mengonsumsi air yang keluar dari Batu Kemaluan Sumber Palak-palak tersebut secara eksklusif. Bagi laki-laki , tempat mandinya berada pada sekitaran batu yg seperti kemaluan wanita & begitu jua kebalikannya.

Batu Kemaluan Sumber Palak-palak [image source]
Batu Kemaluan Sumber Palak-palak [image source]
Dikarenakan Kabupaten Sumenep terpisah menurut pulau induk Madura, maka Anda wajib memakai bahtera atau kapal buat menutu lokasi batu tersebut. Dengan melakukan perjalanan ke sebelah timur ujung Pulau Madura berjarak tempuh lebih kurang 90 kilometer, Anda bisa hingga pada Kecamatan Kangayan.

Sesampai di daerah itu, Anda masih harus menempuh bepergian darat ke arah selatan menggunakan jarak kurang lebih 5 kilometer. Perjalanan masih belum hingga lantaran Anda wajib menyusuri jalan setapak sejauh 700 meter yang bisa Anda lalui menggunakan berjalan kaki atau menyewa ojek motor menurut rakyat lebih kurang. Dari tempat Batu Kemaluan Sumber Palak-palak, Anda akan disambut dengan kesegaran alam kurang lebih yg masih terjaga.

7. Watu ulo

Jika Anda berkunjung ke Jember, Jawa Timur, terdapat satu wisata pantai yang relatif terkenal, yaitu Watu Ulo. Terletak di Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu atau kurang lebih 40 kilometer berdasarkan arah selatan Jember, loka wisata pantai Watu Ulo akan menyuguhkan pemandangan alam yang sangat eksotis menggunakan hamparan pasir putih serta bukit akbar pada dekat sebuah batu besar yang menjorok ke arah bahari. Batu akbar inilah yg diklaim menggunakan Watu Ulo karena di sepanjang sisi-sisinya terlihat misalnya sisik-sisik ular berbentuk hampir sama dan beraturan. Ada beberapa cerita yg tidak selaras berdasarkan asal-usul Watu Ulo ini.

Watu ulo [image source]
Watu ulo [image source]
Cerita pertama, pada zaman dahulu terdapat seseorang sakti yg bernama Ajisaka (Ajisoko) yg tiba ke tempat tadi buat mengajarkan ilmu kepercayaan pula kesaktian ke warga lebih kurang yang dia pilih. Tetapi, Ajisaka nir memperbolehkan siapapun buat mendengarkan & merapal ilmu yg dia ajarkan, kecuali muridnya sendiri. Suatu waktu terdapat seekor ayam yg mendengar ajaran Ajisaka dan menirukannya, seketika lalu, oleh ayam bertelur dengan telur yang berukuran akbar. Setelah dierami & menetas, bukanlah ayam yang keluar berdasarkan cangkangnya, melainkan seekor naga mini . Setelah akbar, Ajisaka menyuruh oleh naga buat bertapa di sekitaran pantai sampai batas ketika yg nir ditentukan. Bertambah tahun, ukuran naga tadi semakin besar & akhirnya membatu.

Cerita lainnya adalah kemarahan Raden Mursodo yang saat itu sedang memancing ikan pada pantai bersama saudaranya, Raden Said atau dikenal pula menggunakan nama Sunan Kalijaga. Lama tidak mendapatkan ikan, pada akhirnya ada ikan yg dikenal menggunakan nama Ikan Mina berhasil tertangkap.

Sang ikan tersebut ternyata sakti & sanggup berbicara. Kepada Raden Mursodo, Ikan Mina meminta buat tidak memakannya & melepaskannya balik ke bahari. Sebagai gantinya, Ikan Mina memberikan sisik yg bisa berubah menjadi emas kepada Raden Mursodo. Setelah dilepas ke bahari tanggal, ternyata terdapat seekor naga yg pribadi menyantap Ikan Mina. Raden Mursodo marah & membunuh dan membagi tubuh naga tersebut sebagai tiga bagian & galat satunya adalah yg masih ada pada Pantai Watu Ulo itu.

8. Batu Gantung

Jika Anda berkunjung keSumatera Utara, tak lengkap cita rasanya buat nir berkunjung dan melihat destinasi wisata terkenal pada wilayah Parapat, yaitu Batu Gantung. Dinamakan Batu Gantung lantaran posisi dari batu tersebut memang tergantung pada antara bebatuan besar lainnya. Jika ditinjau sekilas, batu ini menyerupai seseorang insan dengan posisi tergantung menggunakan kepala berada di bawah. Walaupun terlihat sangat berbahaya dan akan jatuh menimpa apa saja pada bawahnya, namun sejak bertahun-tahun, batu yg mempunyai ukuran lebih kurang dua meter ini nir juga terlepas menurut pangkalnya.

Batu Gantung [image source]
Batu Gantung [image source]
Menurut cerita warga lebih kurang, Batu Gantung ini adalah seorang putri anggun bernama Seruni. Saat menginjak dewasa, dia sangat murung lantaran dijodohkan oleh orang tuanya dengan lelaki yang bukan pilihannya. Dengan keadaan yang serba kacau, Seruni terjatuh & menggantung di pinggiran tebing. Dikarenakan posisinya yg berbahaya, anjing kesayangannya lari ke rumah buat memberitahukan keadaan Seruni. Setelah poly orang beserta kedua orang tuanya & juga anjingnya tiba ke loka tadi, Seruni justru menyuruh anjing kesayangannya itu buat merapat dengannya. Oleh karena itu, wilayah tempat terdapatnya Batu Gantung ini dinamakan Parapat.

Tidak hanya itu saja, masih ada juga batu yang mirip seekor anjing yang berdekatan menggunakan letak Batu Gantung tadi. Banyak wisatawan baik dari pada atau luar negeri yang tertarik untuk melihat keunikan dan keanehan batu yang menggantung tersebut.

9. Watu Singo

apabila Anda berkunjung ke Gunung Bromo, Jawa Timur, tentunya selain estetika gunung & lautan pasirnya, terdapat juga satu destinasi wisata yang terkenal menggunakan nama Watu Singo. Batu yang memiliki bentuk seperti misalnya seekor singa jantan sedang duduk menggunakan posisi kepala pada keadaan siaga ini tidak banyak terekspos sebagai akibatnya nir poly wisatawan yang mengetahuinya. Sayangnya, keberadaan Watu Singo ini tidak begitu banyak menerima perhatian menurut pemerintah daerah sebagai akibatnya kini ini posisinya sudah hampir terkubur menggunakan abu vulkanik Gunung Bromo.

Watu Singo [image source]
Watu Singo [image source]
Bagi masyarakat Tengger, Watu Singo memiliki cerita yg secara turun temurun permanen menjadi bagian berdasarkan wilayah tadi. Menurut ceritanya, pada zaman dahulu kala ada seorang pemuda yg diangkat menjadi Adipati Wengker bernama Joko Seger sesudah berhasil menyembuhkan Dewi Retno Wulan. Tanpa dinanya, cinta keduanya tumbuh & selesainya Dewi Retno Wulan membarui namanya menjadi Loro Anteng, dua manusia tadi menikah.

Baca Juga :Deretan Nama Tempat & Desa di Indonesia yg LUCU & Bikin NGAKAK

Tetapi sehabis menikah, keduanya ternyata tidak juga dikarunia keturunan. Setelah melakukan semedi, keduanya harus mengadakan selamatan sepasar & bersemedi di wilayah yang sekarang dianggap Oro-oro Ombo, tepatnya di Gua Widodaren. Dalam menuju ke loka tersebut, Joko Seger wajib menaklukkan seekor singa penunggu tempat tersebut. Setelah menaklukkannya, Joko Seger membarui sang singa sebagai batu. Tidak sedikit menurut rakyat Tengger yg memberikan sesajen pada sekitar Watu Singo ini berupa hasil bumi yg dipersembahkan kepada Yang Maha Kuasa dan juga buat meminta keselamatan.

Related Posts

Subscribe Our Newsletter