Destinasi Wisata Nganjuk yang Tak Kalah Indah dari Kota Lainnya

Pariwisata kabupaten Nganjuk memang belum sepopuler wilayah lain di Jawa Timur misalnya Banyuwangi maupun Malang. Tetapi menggunakan segala potensi alam yg dimiliki, kabupaten yg dikepung daratan Bojonegoro, Jombang, Kediri, Ponorogo & Madiun ini layak buat diperhitungkan. Sebab wilayah ini punya destinasi wisata yg komplit mulai dari alam sampai peninggalan sejarah.

Kabupaten Nganjuk diapit sang dua gunung yaitu Gunung Wilis dan Pegunungan Kendeng, hal ini juga yang menyebabkan daerahnya mempunyai hembusan angin yg kencang hingga akhirnya julukan menjadi Kota Angin melekat pada kabupaten ini. Traveler yg menginginkan liburan asyik dan ramah porto mampu menentukan kota ini sebagai tujuannya. Berikut 8 rekomendasi destinasi yang layak buat engkau kunjungi.

1. Air Terjun Sedudo Bisa Jadi Tujuan Pertama, Konon Airnya Bikin Awet Muda

Kunjungan pertama pada Nganjuk sanggup kamu jatuhkan pilihan dalam Air Terjun Sedudo. Mengapa? Kita niscaya masih jangan lupa peristiwa longsor yang terjadi di daerah obyek wisata ini dalam awal-awal tahun ini. Pasti engkau penasaran ingin tahu eksklusif bagaimana syarat terbaru air terjun berketinggian 105 meter & berada pada lereng Gunung Wilis tepatnya pada ketinggian 1.438 mdpl ini.

Instagram

Air Terjun Sedudo berada di Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk, traveler sanggup menempuhnya dengan perjalanan darat kurang menurut satu jam menurut pusat kota. Air terjun ini memiliki mitos yg unik, syahdan siapa saja yg mandi menggunakan airnya di bulan Muharam makan paras mereka akan awet muda. Sayangnya tragedi longsor yang terjadi awal tahun ini menciptakan kolam pemandian pada tutup selamanya. Pemkab Nganjuk sekarang tengah membentuk kolam pemandian baru di lokasi yg lebih aman.

Lokasinya sanggup lihat pada google maps berikut :

2. Air Terjun Roro Kuning pada Desa Bajulan

Air Terjun lain yg bisa engkau jumpai di Kabupaten Nganjuk yaitu Air Terjun Roro Kuning. Air terjun ini berada di desa Bajulan yang berjarak 30 km ke arah selatan menurut pusat kota. Terjunan airnya nir terlalu tinggi hanya sekitar 10-15 meter saja. Tetapi yang menjadi unik menurut air terjun ini adalah aliran airnya yang tidak terjun akan tetapi misalnya mengalir lewat sela-sela batuan cadas. Itulah kenapa rakyat sekitar lalu menamainya sebagai Air Terjun Mrambat.

Instagram

Air Terjun Roro Kuning sebagai saksi bisu sejarah perjuangan Jenderal Sudirman ketika memimpin perang gerilya sebagai akibatnya pada daerah ini dibangun pula monumen perjuangan. Menurut sejarah nama air terjun ini diambil dari nama puteri kerajaan Kediri dan Dhoho yg masing-masing bernama Roro Kuning dan Rating. Berkunjung ke sana traveler nir cuma disuguhi pemandangan air terjun saja sebab obyek wisata ini berada pada tengah hutan pinus. Kamu mampu juga bersantai pada hutan pibus yang sejuk dan fotogenik ini.

3. Air Terjun Singokromo, Konon Pernah Jadi Tempat Berkumpulnya Harimau

Kalau engkau mau blusukan pada Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk sebenarnya ada puluhan air terjun manis yg mampu engkau temui. Hampir semuanya tersembunyi di pada hutan pada kaki Gunung Wilis. Namun demikian hal tadi jua yg secara alami melindungi air terjun & alam sekitarnya supaya tetap asri & terjaga kealamiannya.

Instagram

Satu lagi yang pantang terlewat yakni Air Terjun Singokromo. Air terjun yg hanya mempunyai tinggi 20 meter ini punya debit air yang relatif deras menggunakan suasana kurang lebih yang masih perawan. Jalan menuju ke lokasi memang sedikit menantang tapi hamparan bunga mawar akan menemanimu sepanjang bepergian menuju ke air terjun. Meski latif namun sebenarnya air terjun ini punya cerita yang cukup bikin bergidik soalnya dahulu air terjun ini merupakan tempat berkumpulnya harimau dan singa buat kawin. Ada mitos lain yg mengatakan bahwa seorang yg masih lajang dan mandi di sana akan segera dapat jodoh.

4. Gua Margo Tresno, Berkunjung Dengan pasangan Konon Bisa Bikin Langgeng

Berada pada Pegunungan Kendeng, Dusun Cabean, Desa Sugih Waras, Kecamatan Ngluyu, Kabupaten Nganjuk, Gua Margo Tresno cukup populer di indera pendengaran masyarakat sekitar lantaran gua ini secara aktif masih digunakan sebagai lokasi ngalap berkah di hari-hari tertentu sehingga lumrah bila kesan mistis nampak lekat dengan gua ini.

Instagram

Gua ini tersimpan di dalam hutan jati, traveler wajib menyusuri jalan setapak yang cukup terjal sebelum akhirnya tiba di depan ekspresi gua. Ada cerita menarik dibalik pemberian nama gua ini, Margo Tresno diambil dari bahasa Jawa yg punya arti Jalan Cinta. Jadi rakyat lebih kurang percaya jika traveler yang berkunjung ke sana dengan pasangannya maka akan mendapatkan berkah & membuat interaksi mereka jadi langgeng.

lima. Candi Lor yg Konon Menjadi Simbol Awal Berdirinya Kabupaten Ini

Nganjuk punya poly situs candi peninggalan sejarah, galat satunya adalah Candi Lor yg terletak pada desa Candirejo, Kecamatan Loceret. Kondisinya memang nir terawat hal ini nampak menurut sebagian akbar bangunannya yg terdiri menurut tumpukan batu bata merah ini telah rusak parah. Pun demikian candi ini punya sejarah panjang terkait berdirinya Nganjuk.

Instagram

Masyarakat percaya bila candi ini merupakan simbol awal berdirinya kota Nganjuk yg dibuktikan dengan adanya bukti berupa prasasti Anjuk Ladang yang ditemukan pada sana. Tetapi yg paling menarik menurut candi antik ini adalah keberadaan pohon akbar yang tumbuh di atasnya. Kalau ditinjau menggunakan akurat candi ini jadi terlihat mirip menggunakan situs Angkor Wat di Kamboja bukan?

6. Candi Ngetos, Inilah Makam Raja Hayam Wuruk, Penguasa Majapahit

Nganjuk tidak hanya memiliki satu situs candi saja, selain Candi Lor ada pula Candi Ngetos yang harus kamu kunjungi. Candi ini terletak pada desa Ngetos, Kecamatan Ngetos yang berjarak 17 km dari pusat kota. Nasibnya setali 3 uang dengan candi Lor, tidak ada perhatian berfokus buat memugar peninggalan sejarah ini padahal candi ini termasuk salah satu situs krusial.

Instagram

Candi Ngetos diperkirakan dibangun pada abad kelima belas & dianggap sebagai makam dari raja Majapahit yang bernama Hayam Wuruk. Sayangnya secara fisik bangunan ini telah poly yang rusak dimakan ketika. Hal ini jua dipengaruhi sang struktur penyusunnya yg terbuat berdasarkan tumpukan bata merah sebagai akibatnya tidak tahan lama .

7. Air Terjun Ngebleng, Asik Buat Basah-Basahan Bareng

Beralih ke dusun Ndoesie/Tondowesi, desa Pule, kecamatan Jatikalen, kabupaten Nganjuk. Kita pulang lagi menyambangi wisata alam berupa air terjun. Adalah Air Terjun Ngebleng yg punya 3 tingkat dan bentuk terjunan yg unik. Tempat ini tengah terkenal di Nganjuk pada beberapa bulan terakhir karena foto-foto kecenya beredar di media sosial.

Instagram

Keberadaan air terjun ini tersembunyi di dalam hutan dan jauh berdasarkan perkampungan. Dari kampung terakhir, traveler musti berjalan kaki sejauh 2 km. Tetapi pemandangan latif di air terjun Ngebleng akan membuatmu lupa betapa lelahnya perjalanan yg sudah kamu lalui. Di bawah air terjun masih ada kolam alami yg mampu dipakai untuk mandi dan berenang.

8. Menyaksikan Matahari Terbit Maupun Terbenam yg Menawan di Puncak Sekartaji

Gunung Wilis adalah satu gunung yang menjadi favorit traveler buat didaki. Salah satu puncak yang paling poly dikunjungi yaitu zenit Limas. Tapi sebelum menuju ke puncak poly traveler yg istirahat sejenak di puncak Sekartaji. Kebanyakan pendaki akan bermalam di sana karena pemandangan berdasarkan puncak ini sungguh luar biasa baik di pagi atau pun sore hari.

Malam hari pada Puncak Sekartaji benar-benar romantis, engkau mampu melihat gemerlap lampu kota Kediri dan pula Nganjuk secara bersamaan. Di daerah ini jua masih ada semacam tugu yang terbuat menurut tumpukan batu misalnya candi. Kabarnya ini merupakan bekas petilasan dari Dewi Sekartaji.

Mungkin ada loka-loka lain yg menarik namun belum disebutkan Travelingyuk? Sobat Travelingyuk bisa melengkapinya menggunakan mengisi kolom komentar.

Related Posts

Subscribe Our Newsletter