Ini dia! Deretan Tempat Wisata di Bojonegoro yang HITS ABIS!

Bojonegoro, wilayahnya berbatasan menggunakan Kabupaten Blora pada Jawa Tengah & diapit sang lima kabupaten lain di Jawa Timur yakni Tuban, Lamongan, Nganjuk, Madiun dan Ngawi. Mudah daerah ini tidak punya pantai yang jadi andalan wisata daerah-wilayah lain yang berada baik pada pesisir Pantura juga selatan Jawa. Dengan begitu banyak traveler yg memandang sebelah mata kabupaten ini dan cenderung ogah menjadikannya menjadi destinasi traveling mereka.

Kabupaten Bojonegoro memang nir menjadi keliru satu daerah yang mengandalkan wisatanya menjadi pendongkrak ekonominya. Pun demikian bukan berarti disana tidak ada satupun loka keren yang asyik buat dikunjungi. Selama ini daerah yg mempunyai julukan sebagai Kota Tayub ini memang mengandalkan berbagai kerajinan kayu jati sebagai produk utama mereka. Oleh karena itu julukan menjadi Kota Jatipun turut inheren pada kabupaten ini.

Di tambah tempat pada perbatasan dengan Blora yg dikenal sebagai penghasil minyak terbesar pada Indonesia yaitu Blok Cepu jua turut andil menggerakkan ekonomi kota ini sebab beberapa daerah pada perbatasan jua sebagai ladang minyak yg ditambang secara tradisional. Jika kamu bertanya-tanya loka apa saja yang mampu dijadikan tujuan ngetrip pada Bojonegoro, berikut Travelingyuk rangkum untuk kamu.

1. Bojonegoro Punya Api Abadi yg Tidak Kunjung Padam Yaitu Khayangan Api

Selain di Madura kenyataan barah abadi juga bisa kamu jumpai di Bojonegoro, namanya Khayangan Api. Traveler yang pulang ke kabupaten ini harus hukumnya buat mampir ke Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem buat melihatnya. Konon api yang keluar menurut pada perut bumi ini sudah ada sejak zaman Kerajaan Majapahit dan hingga sekarang tidak pernah padam.

Instagram

Menurut penelitian, perut bumi yang ada di bawah barah ini memang mempunyai gas dan minyak bumi yg berlimpah yg lalu merembes lewat celah-celah batu. Gas ini kemudian tersulut apai sebagai akibatnya terciptalah barah kekal. Namun dari legenda api ini dinyalakan oleh seseorang Mpu Supo, penghasil senjata buat kerajaan Majapahit. Saat akan bertapa beliau menyalakan barah pada batu yang terdapat pada sebelah pertapaannya. Sejak waktu itulah api tadi tidak kunjung padam.

2. Alun-Alun Kabupaten Bojonegoro Menyimpan Batu Semar Yang Misterius

Alun-alun sanggup jadi tujuan bersantai setiap kali kita singgah pada sebuah kota. Demikian pula dengan alun-alun Bojonegoro, banyak warga & traveler yang berkunjung ke sana terlebih sesudah daerah ini direnovasi & ditambahkan sebuah batu prasasti yg punya sejuta cerita misteri.

Instagram

Pemkab Bojonegoro beberapa waktu kemudian memang memutuskan buat menambahkan sebuah prasasti pada alun-alun kota. Bukan patung bikinan manusia melainkan batu alami yg mereka bawa dari dalam hutan di Dusun Bendotan, Desa Krondonan, Kecamatan Gondang. Konon batu yg lalu dinamakan Batu Semar ini punya cerita rahasia yg herbi penguasa Gunung Pandan yang dikenal rakyat dengan nama Eyang Gendro Sari.

Sebelum dipindahkan ke alun-alun, batu seberat 80 ton ini tak jarang digunakan warga setempat sebagai loka melakukan ritual setiap lepas 1 Muharram. Kini batu berbentuk tokoh Semar pada pewayangan Jawa ini sebagai landmark baru kota Bojonegoro yg melambangkan tekad buat terus berkarya.

tiga. Bendungan Gerak, Obyek Wisata Alternatif Dengan Pemandangan Sungai Bengawan Solo

Wilayah Bojonegoro dilalui oleh aliran sungai Bengawan Solo. Di sana pula dibangun sebuah bendungan yang memiliki fungsi sebagai pengendali banjir, irigasi, penyedia air standar bagi industri & tempat tinggal tangga dan pula digunakan menjadi alternatif destinasi wisata. Di samping itu, bendungan yang bernama Bendungan Gerak ini juga sebagai jembatan antara 2 kecamatan yang terpisahkan sang aliran sungai.

Instagram

Bendungan Gerak terletak di antara 2 wilayah yg tidak sinkron yakni desa Ngringinrejo, kecamatan Kalitidu dan desa Padang, kecamatan Trucuk. Keberadaan bendungan sangat membantu masyarakat yang tinggal di 2 desa tersebut karena mereka menerima akses penghubung berupa jembatan yg memudahkan mobilisasi mereka. Bagi kaum belia, adanya bendungan sebagai keliru satu tujuan ngetrip yg menarik. Mereka umumnya tiba sore hari karena pamandangannya lebih cantik.

4. Menyambangi Waduk Peninggalan Belanda pada Bojonegoro Lewat Waduk Pacal

Bojonegoro memiliki bangunan peninggalan Belanda, bukan benteng bukan juga bangunan perkantoran melainkan sebuah waduk. Adalah Waduk Pacal yang terletak 35 km ke arah selatan menurut pusat kota atau tepatnya terdapat pada Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang. Waduk ini menjadi salah satu bangunan bersejarah berukuran super besar yang ada pada sana yg telah diresmikan dari tahun 1933.

Instagram

Pada tahun 2014 silam, waduk ini pernah jebol yang mengakibatkan krisis air di daerah lebih kurang waduk. Kamu nir akan kesulitan buat menemukan lokasi waduk ini sebab Waduk Pacal berada di pinggir jalan raya yg menghubungkan Bojonegoro menggunakan Nganjuk. Arsitekturnya sangat mencolok khas bangunan zaman Kolonial.

5. Bojonegoro Tak Punya Laut, Tapi Kalau Mau Snoekelingan Datang Saja ke Sendang Grogolan

Kabupaten Bojonegoro memang minus bahari akan tetapi nir kurang loka bila engkau mencari spot untuk snorkeling atau sekedar berenang. Kamu sanggup tiba ke Sendang Grogolan yg terdapat pada desa Ngunut, kecamatan Dander. Sendang atau sumber air ini berada pada tengah hutan wilayah Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bojonegoro. Suasananya masih sangat alami & direncanakan akan sebagai keliru satu obyek wisata baru di sana.

Instagram

Sendang ini mempunyai air yg jernih & yang paling krusial meski isu terkini kemarau debit air di sana tidak pernah kemarau atau pun berkurang. Sendang ini dikelilingi oleh pepohonan rindang yang membuatmu nyaman untuk berlama-usang di sana. Pengunjung pula mampu melakukan snorkeling misalnya yg dilakukan traveler di atas. Walau bukan di bahari akan tetapi tetap keren.

6. Kota Ini Juga Punya Masjid Kubah Emas, Datang Saja Ke Masjid Al Birru Pertiwi

Masjid kubah emas tidak hanya ada pada Depok saja, Bojonegoro juga memiliki masjid serupa. Meski ukurannya lebih mini tetapi arsitektur khas Timur Tengah modern ini relatif menarik perhatian. Adalah Masjid Al Birru Pertiwi di Desa Dander, Kecamatan Dander, sebuah masjid yg mempunyai kubah berwarna emas mencolok.

Instagram

Masjid ini memiliki 3 lantai yang masing-masing mempunyai fungsi sendiri. Lantai dasar digunakan sebagai ruangan rendezvous serba guna sedangkan buat beribadah terdapat di lantai dua buat jemaah pria & lantai tiga untuk jemaah putri. Ke depan masjid ini akan dijadikan sebagai loka pondok pesantren sekaligus pengembangan agama Islam.

7. Kelenteng Hok Swie Bio, Bisa Foto-Foto Seperti di Negeri China

Rumah ibadah buat warga Tionghoa selalu menarik buat dijadikan background fotografi. Sebab arsitekturnya yg dibentuk seperti dengan bangunan China membuat kita misalnya sedang berada pada Negeri Tirai Bambu sungguhan.

Instagram

Kalau pada Bojonegoro engkau bisa berkunjung ke Klenteng Hok Swie Bio yg terletak di Sekaran. Seperti umumnya kelenteng ini didominasi menggunakan cat rona merah berdekorasi patung naga. Selain sebagai destinasi wisata religi bagi masyarakat Tionghoa, kelenteng ini juga mampu disinggahi traveler lain yang ingin merogoh gambar-gambarnya.

Ternyata Bojonegoro punya loka-tempat keren kan? Buat engkau traveler asli kota ini yg suka menjelajah mampu ikutan sharing loka-loka lain yang belum disebutkan Travelingyuk. Caranya dengan mengisi kolom komentar.

Related Posts

Subscribe Our Newsletter