Ini Perbandingan Wajah Waduk Gajah Mungkur Saat Normal dan Kekeringan

Siapa yg nir memahami dengan Waduk Gajah Mungkur, waduk multifungsi di Wonogiri ini selain sebagai pusat irigasi dan pembangkit listrik pula populer menjadi destinasi wisata andalan kota tadi. Waduk buatan yang membendung genre sungai Bengawan Solo ini juga dikenal lantaran pembangunannya yg membutuhkan proses bedol desa dengan memindahkan puluhan ribu warga berdasarkan beberapa desa ke wilayah Sumatera di tahun 70-an.

Siapa sangka waduk yg terlihat dipenuhi air yang melimpah ini kini mengering akibat kering panjang dan diperparah menggunakan sedimentasi akbar-besaran. Memang waduk ini tidak mengering total tapi luas genangan air yg terdapat kini berkurang relatif signifikan menyisakan beberapa bagian yg mengering sepenuhnya.

Wajah Waduk Gajah Mungkur di awal tahun, Foto by @aroyad
Wajah Waduk Gajah Mungkur di awal tahun, Foto by @aroyad

Pada pertengahan bulan lalu Travelingyuk sempat berkunjung ke sana ditemani beberapa rekan traveler dari Pacitan. Saat itu debit air waduk masih relatif banyak meski menurut pengakuan masyarakat lebih kurang waktu itu telah mengalami penyusutan dibanding bulan-bulan sebelumnya. Selang satu bulan rekan traveling kami mengunggah foto modern Waduk Gajah Mungkur yg menciptakan kami tercengang. Keadaan di kurang lebih waduk berubah total, hanya sebagian kecil saja nampak genangan air sisanya berupa daratan kemarau.

Foto pertama yang engkau lihat itu adalah keadaan Waduk Gajah Mungkur di awal tahun. Terlihat saat itu air waduk sangat berlimpah & terkesan seperti sebuah pantai dengan perairan yang luas. Foto kedua diambil pertengahan bulan September tahun ini, air pada dalam waduk masih relatif banyak meski terlihat mengalami penyusutan debit.

Kondisi Waduk Gajah Mungkur pertengahan September 2015, Foto by Naomi
Kondisi Waduk Gajah Mungkur pertengahan September 2015, Foto by Naomi

Gambar yg terakhir di bawah ini baru saja diambil pada hari Rabu (21/10/2015), lanskapnya berubah total. Komposisi waduk lebih banyak daratannya ketimbang air. Mulai muncul banyak daratan baru akibat air waduk yang mengering. Nampak pula bangunan-bangunan bekas tempat tinggal warga yang ditinggalkan pada tahun 70-an. Bangunan-bangunan yg sempat terbenam pada dasar waduk timbul balik yang kemudian dijadikan traveler menjadi objek fotografi sekaligus tempat bernostalgia.

Gambaran Waduk Gajah Mungkur terbaru, Foto by Ibnu Tapati
Gambaran Waduk Gajah Mungkur terkini, Foto by Ibnu Tapati

Keadaan waduk yg kering ini tentu mengurangi daya tarik waduk yg berimbas dalam menurunnya kunjungan wisatawan di tambah kerugian rakyat yang memiliki tambak di sana. Lebih luas lagi akan poly sawah yg kekeringan dampak kejadian ini. Momen misalnya ini mampu berlangsung selama beberapa minggu hingga bulanan selama hujan belum turun. Jadi jika kamu ingin mengabadikan kenyataan langka tersebut kamu sanggup berkunjung ke Waduk Gajah Mungkur dalam ketika-waktu ini.

Related Posts

Subscribe Our Newsletter