Kisah Danau Cantik yang Penuh Dendam di Bengkulu

Mungkin inilah danau dengan nama paling nyeleneh dan menyeramkan pada Indonesia, Danau Dendam Tak Sudah. Danau anggun di wilayah Jambi ini selain memiliki panorama yg latif pula mempunyai kisah-kisah yg seram. Apa saja kisah tadi & bagaimana pula nama Dendam Tak Sudah bisa diberikan dalam danau ini? Simak ulasan Travelingyuk berikut.

Danau Toba, Singkarak, Maninjau & danau Sentani merupakan nama-nama danau yang telah terkenal menjadi tempat wisata di Indonesia. Sedangkan pada Bengkulu terdapat satu danau lagi yg belum begitu terkenal tetapi mempunyai kisah yg menarik buat diketahui. Masyarakat setempat menyebutnya dengan nama Danau Dendam Tak Sudah.

instagram

Membaca namanya saja kita sudah merinding, bagaimana bisa sebuah tempat diberi nama yg seram seperti itu? Ternyata misalnya inilah kisahnya. Danau yang terletak di Kelurahan Dusun Besar, Kecamatan Singaran Pati, Kota Bengkulu ini memiliki sejarah menggunakan banyak sekali cerita tragis. Kisah pertama melibatkan tokoh mitologi berupa buaya penunggu danau yg bertarung melawan buaya berdasarkan Sungai Musi, Palembang.

Buaya penunggu pada Danau Dendam Tak Sudah ini akhirnya menang tetapi menggunakan luka parah yaitu ekornya putus sampai akhirnya dia mengutuk semua buaya dari Lampung nir akan mendapat makanan bila bermain ke danau tersebut. Dari sanalah lalu awal dari dendam yang nir berkesudahan sampai akhirnya menjadi nama danau tadi.

instagram

Lain lagi dengan versi ke 2, anugerah nama danau ini terkait kisah asmara dua muda mudi yg jatuh cinta tapi tidak menerima restu. Mereka akhirnya nekad bunuh diri dengan masuk ke dalam danau. Warga percaya jika sepasang lintah super besar di danau ini merupakan penjelmaan sepasang kekasih tadi yg sampai kini masih menyimpan dendam.

Kisah ketiga lebih realistis, karena didalamnya melibatkan pemerintah kolonial Belanda. Jadi saat masih menjajah Indonesia, Belanda ini membangun dam atau bendungan pada lebih kurang danau menggunakan tujuan supaya air danau tidak gampang meluap dan mempermudah pembangunan jalan sekitar danau. Pembangunan akhirnya mangkrak & bendungan tersebut dianggap sebagai Dam Tak Sudah. Entah bagaimana kelanjutannya lambat laun rakyat setempat malah menyebut danau sebagai Danau Dendam Tak Sudah.

instagram

Danau dendam Tak Sudah sebetulnya mempunyai pemandangan yang indah dan berpotensi menjadi destinasi wisata. Danau seluas 37, 50 hektar ini masih sangat alami & menjadi tempat asli menurut aneka satwa dan tanaman endemik yang langka. Beberapa diantaranya merupakan bunga anggrek surya, nipah, gelam & lain sebagainya. Sedangkan satwanya umumnya berupa lutung, siamang dan ular phyton. Coba deh kamu explorasi sendiri ke lokasi dan lihatlah estetika danau ini menggunakan mata kepalamu sendiri.

Related Posts

Subscribe Our Newsletter