MEMALUKAN! Pengunjung Gua Lowo ini Tak Patuhi Aturan dan Merusak!

Pengelolaan obyek wisata gua memang berbeda dengan tempat-loka lain yang berada di ruangan terbuka. Gua adalah ruangan alami pada perut bumi yg luasnya terbatas oleh sebab itu restriksi jumlah pengunjung mutlak perlu dilakukan agar kelestarian gua permanen terjaga. Salah satu caranya adalah dengan menciptakan berbagai fasilitas menarik di sekitar gua yg secara nir eksklusif akan mengurangi jumlah kunjungan wisatawan yg masuk ke dalam gua.

Ketiadaan fasilitas-fasilitas pendukung misalnya taman bermain & ruang terbuka hijau yg nyaman menciptakan wisatawan tidak mempunyai pilihan lain selain harus masuk ke dalam gua. Padahal menggunakan membludaknya kunjungan ini akan berakibat fatal terhadap kelestarian gua itu sendiri. Bayangkan saja gas karbondioksida yang keluar berdasarkan nafas ratusan bahkan ribuan pengunjung memenuhi ruangan gua dan Mengganggu stalaktit dan stalakmit.

Gua Lowo, Trenggalek, @antontri
Gua Lowo, Trenggalek, @antontri

Selama berkeliling gua-gua yang terdapat di Jawa Timur, Travelingyuk menganggap bahwa pengelolaan Gua Lowo di Trenggalek merupakan yang paling mumpuni. Sebelum masuk ke pada gua, pihak pengelola membangun poly fasilitas keren seperti taman bermain, loka kalem, panggung hiburan dan fasilitas lainnya. Artinya apa? Wisatawan mempunyai pilihan hiburan lain selain wajib masuk ke pada gua khususnya rombongan wisatawan yg kurang senang menggunakan aktivitas caving.

Gua Lowo sendiri dapat dijumpai traveler di Desa Watuagung, Kecamatan Watulimo yg berjarak sekitar 30 km menurut sentra kota Trenggalek. Guanya sendiri sangat besar & pada galat satu ruangannya dihuni oleh ribuan lowo atau kelelawar, berdasarkan sanalah kemudian penyematan nama Gua Lowo diberikan dalam gua ini. Saking akbar & panjangnya baru kurang lebih separuh saja ruangan yg sanggup dieksplor oleh pengunjung.

instagram

Sayang estetika dan pengelolaan yang oke sedikit tercoreng sang tingkah laku pengunjung. Belum lama kita sudah mendapat pelajaran berdasarkan masalah kebun bunga lilly di Gunungkidul yang rusak dampak ulah pengunjung. Pun demikian yang Travelingyuk temukan pada area lebih kurang Gua Lowo ini. Wisatawan yg berkunjung perlu menerima edukasi untuk beretika yang baik dan mencerminkan traveler bertanggungjawab.

Memang nir separah kasus pada Gunungkidul namun bagi kami, hal sepele misalnya ini akan menjadi awal perilaku buruk yg fatal dikemudian hari apabila terus dibiarkan. Pertama, saat kami berkunjung ke Gua Lowo tepatnya saat berjalan menuju ke gua, traveler akan melewati tempat taman yg luas menggunakan aneka permainan anak. Jelas-kentara di galat satu ayunan tertulis itu hanya khusus buat anak-anak namun yang terlihat malah dinaiki oleh orang dewasa dengan paras polos tidak berdosa. Oke kita anggap bapak-bapak tersebut ketika itu nir sadar atau tidak sanggup membaca peringatan tersebut.

Pengunjung menaiki permainan khusus anak-anak, foto by Anton
Pengunjung menaiki permainan khusus anak-anak, foto by Anton

Memasuki ke dalam gua, kita lebih terkejut lagi. Banyak gua yg telah kita jelajahi namun baru pada Gua Lowo kita menemukan pemandangan yg cukup membuat kami merasa miris. Pengunjung menggunakan bebasnya merokok pada dalam ruangan gua. Kalaupun merokok pada pada gua memang diperbolehkan namun bukankah lebih baik untuk nir melakukan? Gua merupakan ruangan yg pengap bukan hanya perokok saja yg berada di dalamnya namun juga ratusan orang lain yg nir merokok ikut menghirup asap beracun tersebut.

Dari sinilah kemudian kami sadar, betapapun suatu obyek wisata ditata sedemikian rupa menjadi loka yang nyaman & menarik namun bila wisatawan masih bertindak seenaknya maka hal tadi akan sia-sia. Butuh partisipasi bukan hanya pengelola obyek wisata tetapi pula pengunjung buat menjaga kelestarian suatu obyek wisata.

Related Posts

Subscribe Our Newsletter